Membantu sekolah mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi, serta kondisi peserta didik baru sebagai dasar pemberian layanan pendidikan yang tepat. Melalui deteksi dini, sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai aspek perkembangan, kesehatan, kemampuan belajar, minat dan bakat, serta kondisi sosial-emosional murid sehingga proses pembelajaran dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Deteksi dini pada masa MPLS Ramah dilaksanakan untuk pengenalan karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid yang mencakup
Proses pengumpulan informasi untuk deteksi dini tersebut dilakukan dengan melibatkan murid serta orang tua/wali murid. Keterlibatan orang tua/wali murid menjadi penting untuk memastikan informasi yang diberikan lebih lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi murid yang sebenarnya.
Beberapa instrumen yang dapat digunakan sekolah untuk mengenal karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid adalah sebagai berikut.
Instrumen biodata murid adalah formulir pengumpulan data dasar yang digunakan oleh sekolah untuk memperoleh informasi mengenai identitas murid, kondisi keluarga, latar belakang sosial ekonomi, serta data pendukung lainnya pada awal masa pendidikan. Instrumen ini diisi oleh orang tua/wali atau bersama murid sesuai kebutuhan agar data yang diberikan sesuai dengan dokumen kependudukan dan kondisi keluarga yang sebenarnya. Data yang diperoleh menjadi dasar bagi sekolah dalam memutakhirkan administrasi murid, menjalin komunikasi dengan orang tua/wali, dan memetakan kondisi keluarga.
Pelaksanaan: saat sosialisasi MPLS bersama orang tua/wali.
Survei ini merupakan pengumpulan informasi mengenai kondisi, minat, pengalaman belajar, karakteristik personal, kondisi keluarga, kesehatan, serta kebutuhan dukungan melalui formulir yang diisi oleh murid jenjang SMP, SMA/SMK, dan orang tua/wali murid TK dan SD. Survei ini digunakan untuk membantu sekolah memahami profil dan kebutuhan perkembangan murid secara menyeluruh sehingga sekolah dapat menyiapkan layanan pendidikan, pendampingan, dan pengembangan diri yang sesuai agar murid dapat mengikuti pembelajaran dengan aman, nyaman, dan optimal.
Pelaksanaan: pasca MPLS
Hasil deteksi dini di atas dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan layanan pendidikan, pendampingan, pembelajaran, dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.
Panduan Penggunaan Instrumen
Alat dan Bahan
Panduan Menyalin Instrumen Deteksi Dini
Silakan duplikasi formulir cetak ini menggunakan pc/laptop dengan akun sekolah/guru aktif
Silakan duplikasi formulir cetak ini menggunakan pc/laptop dengan akun sekolah/guru aktif
Silakan duplikasi formulir daring ini menggunakan pc/laptop dengan akun sekolah/guru aktif
Silakan duplikasi formulir daring ini menggunakan pc/laptop dengan akun sekolah/guru aktif
Mengidentifikasi kondisi dasar fungsi sensorik, fisik, komunikasi, kognitif, dan mental/emosional. Skrining ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemungkinan hambatan atau kesulitan yang dialami murid, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik motorik, mental (emosi dan perilaku), komunikasi, interaksi dan perilaku (autisme), gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), kesulitan belajar spesifik, sindrom down (down syndrome), hambatan intelektual kategori lamban belajar (slow learner), serta cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI).
Pusat Panggilan ULT Kemendikdasmen: 177;
Kanal pengaduan LAPOR Kemendikdasmen: https://kemendikdasmen.lapor.go.id/
Kontak Narahubung:
TK: Utari Palupi (082125186980)
SD: Eva Aulia (0895809246518), Kadek Jeny (085161694648)
SMP: Nahri Meilani (085353220507)
SMA: Anditya Pratama (087776813688)
SMK: Aaron Sanger (081212575745)
SLB: Aris Setiadji (085710042816)