Instrumen MPLS Ramah 2026 merupakan alat yang digunakan untuk membantu sekolah mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi, serta kondisi awal peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Informasi yang dihimpun melalui berbagai instrumen ini menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, inklusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan setiap murid, dengan tetap menjaga kerahasiaan data yang diberikan.
Instrumen “Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid” berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga.
Catatan: Instrumen ini bukan alat untuk mendiagnosis kondisi spesifik apa pun serta tidak digunakan untuk memberi label atau untuk menilai baik-buruk murid.
Instrumen “Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid” berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga. Catatan: Instrumen ini bukan alat untuk mendiagnosis kondisi spesifik apa pun serta tidak digunakan untuk memberi label atau untuk menilai baik-buruk murid.
Identifikasi bakat dan minat bertujuan membantu murid mengenali potensi atau kekuatan diri, serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan ini menjadi dasar awal bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali murid dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pengembangan diri murid secara lebih tepat.
Instrumen “Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid” berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga.
Identifikasi bakat dan minat bertujuan membantu murid mengenali potensi atau kekuatan diri, serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan ini menjadi dasar awal bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali murid dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pengembangan diri murid secara lebih tepat.
Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS Literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk belajar sepanjang hayat, memahami informasi, mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan sehari-hari, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dengan sasaran jenjang SMP.
Asesmen kebugaran adalah serangkaian tes dan pengukuran untuk mengevaluasi kondisi fisik dan kesehatan seseorang. Rangkaian tes asesmen kebugaran: Identifikasi Massa Tubuh, Cek Denyut Jantung, dan Tes Fleksibilitas.
Mengenali karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid sebagai dasar pemberian layanan pendidikan yang sesuai sejak awal masuk sekolah. Hasil deteksi dini digunakan untuk membantu sekolah menyiapkan pembelajaran, pendampingan, dan layanan yang aman, nyaman, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan setiap murid.
Pelaksanaan lebih detail terkait Deteksi Dini dapat dilihat pada laman Cerdas Berkarakter yang dapat diakses melalui tautan https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/deteksidini
Mengidentifikasi kondisi dasar fungsi sensorik, fisik, komunikasi, kognitif, dan mental/emosional. Skrining ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemungkinan hambatan atau kesulitan yang dialami murid, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik motorik, mental (emosi dan perilaku), komunikasi, interaksi dan perilaku (autisme), gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), kesulitan belajar spesifik, sindrom Down (Down syndrome), hambatan intelektual kategori lamban belajar (Slow learner), serta cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI).
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk memastikan murid tercatat sebagai peserta pemeriksaan kesehatan melalui pengisian data dan kuesioner kesehatan awal pada aplikasi SATUSEHAT Mobile. Melalui pendaftaran ini, sekolah dapat memantau keterlibatan orang tua/wali murid, mengidentifikasi jumlah murid yang telah didaftarkan, serta mengingatkan orang tua/wali yang belum melengkapi data.
Evaluasi pelaksanaan MPLS Ramah merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan orientasi berjalan sesuai tujuanmemperoleh gambaran sejauh mana penyelenggaraan MPLS Ramah telah membantu murid baru dalam menggali dan mengenali potensi diri, mengenal warga sekolah, memahami kurikulum, serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Evaluasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Untuk menanamkan sejak dini budaya sekolah aman dan nyaman pada murid baru diperlukan upaya pengenalan lingkungan sekolah guna menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga satuan pendidikan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau nama lainnya yang selanjutnya disebut MPLS adalah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.
MPLS diselenggarakan oleh satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dalam bentuk taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.
MPLS diselenggarakan untuk pengenalan :
MPLS diselenggarakan bagi Murid baru pada awal tahun ajaran dan dilaksanakan berdasarkan asas Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Penyelenggaraan MPLS dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan.
Sekolah, dinas pendidikan, dan masyarakat dapat melaporkan melalui kanal pengaduan yang disediakan. Tindakan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.
Pusat Panggilan ULT Kemendikdasmen: 177;
Kanal pengaduan LAPOR Kemendikdasmen: https://kemendikdasmen.lapor.go.id/
Kontak Narahubung: