MPLS Ramah - Mega Menu Premium

INSTRUMEN MPLS UNTUK ORANG TUA/WALI JENJANG TK

Dalam rangka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah, orang tua/wali berperan penting dalam memberikan informasi mengenai karakteristik, kebutuhan, dan kondisi awal anak. Informasi tersebut dikumpulkan melalui beberapa instrumen sederhana yang dirancang untuk membantu guru mengenal setiap anak secara lebih utuh sebelum memulai proses pembelajaran.

Popup Informasi

IDENTIFIKASI AWAL KONDISI SOSIAL-EMOSIONAL DAN KONSENTRASI
BELAJAR MURID

DEFINISI

Instrumen “Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid” berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga.  

Instrumen ini bukan alat untuk mendiagnosis kondisi spesifik apa pun serta tidak digunakan untuk memberi label atau untuk menilai baik-buruk murid. Instrumen ini hanya untuk memberikan informasi awal terkait masalah yang membutuhkan pendampingan dari profesional, orang tua/wali murid, atau guru.

TUJUAN

Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid bertujuan membantu sekolah dan orang tua/wali murid melakukan deteksi awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga. Hasil dari identifikasi awal memberikan gambaran apakah terdapat masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, atau profesional.

CATATAN PENTING

  1. Guru hanya membantu aspek teknis, misalnya membuka tautan, memastikan jaringan berjalan, atau menjelaskan cara pengisian. Guru tidak boleh mengarahkan jawaban.
  2. Laporan  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid tidak boleh diumumkan di kelas, dibagikan di grup, atau diperlihatkan kepada pihak yang tidak berkepentingan.
  3. Instrumen  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid digunakan hanya untuk deteksi awal, bukan untuk menentukan diagnosis.
  4. Hasil identifikasi dengan skor ≥15 menunjukkan bahwa murid kemungkinan memerlukan perhatian dan pendampingan lebih lanjut, tetapi tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan tertentu. Untuk memperoleh pemahaman kondisi murid secara lebih komprehensif, orang tua/wali disarankan melakukan konsultasi atau pemeriksaan lanjutan dengan tenaga profesional yang berwenang.
  5. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh profesional, seperti psikolog, psikiater, dokter, atau tenaga kesehatan terkait.
  6. Orang tua/wali murid harus menjawab seluruh pernyataan. Tidak boleh ada butir pernyataan yang kosong.
  7. Pengisian instrumen wajib dikerjakan maksimal selama 10 menit.
  8. Tabel hasil dan rekomendasi  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid bersifat rahasia dan hanya boleh diberikan kepada orang tua/wali murid yang bersangkutan. Pihak sekolah yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut, yaitu wali kelas, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan guru BK.
  9. Hasil identifikasi dapat dipadukan dengan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile, serta dapat dilengkapi dengan Daftar Cek Masalah (DCM) atau Alat Ungkap Masalah (AUM) untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.

DURASI KEGIATAN

Kegiatan Durasi
Persiapan teknis
10 menit
Penjelasan Tes
5 menit
Pelaksanaan Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid
10 menit

Total Durasi

25 menit

Jadwal Pelaksanaan Tes

Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid jenjang PAUD dapat dilakukan oleh orang tua/wali murid pada tanggal 6 s.d 26 Juli 2026.

Keluaran

Tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid.

Alat dan Bahan

Alat, Bahan, dan Kebutuhan Lainnya:

    1. Alat, Bahan, dan Kebutuhan Lainnya:
    2. Kepala sekolah atau operator yang mempunyai akses masuk/login ke https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/ menggunakan SSO Pengelola Data Pusdatin;
    3. Komputer, laptop, atau gawai yang dapat digunakan orang tua/wali murid dengan jaringan listrik dan jaringan internet yang memadai. Orang tua/wali murid dapat menggunakan gawai masing-masing;
    4. Ruangan yang terang, tenang, tertib, dan nyaman; dan
    5. Kursi sesuai dengan jumlah orang tua/wali murid baru.

Alur Kegiatan

Untuk mendapatkan kode akses instrumen, kepala sekolah dan/atau operator sekolah mempersiapkan hal-hal berikut.

    1. Operator membuka laman Tes dan Survei MPLS Ramah tahun 2026 pada tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/
    2. Operator masuk menggunakan menggunakan akun SSO Pengelola Data Pusdatin, memasukkan email dan password, kemudian klik tombol Login. Setelah itu, operator memasukkan OTP dari aplikasi Authenticator seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator.
    3. Operator mencatat kode tes untuk diberikan kepada murid. Kode tes untuk jenjang SMP dapat diakses mulai tanggal 13 Juli 2026.
    4. Operator menginformasikan kepada kepada guru atau tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi pelaksanaan rangkaian tes terkait tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/  dan kode tes.
1. Mendapatkan kode akses instrumen

Kepala sekolah dan/atau operator sekolah mempersiapkan hal-hal berikut:
a. Membuka laman tes dan Survei MPLS Ramah tahun 2026 pada tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/
b. Masuk menggunakan menggunakan akun SSO Pengelola Data Pusdatin. Masukkan email dan password, kemudian klik tombol “Login”. Setelah itu operator memasukkan OTP dari aplikasi Authenticator seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator.
c. Mencatat kode unik untuk diberikan kepada orang tua/wali murid. Kode unik untuk orang tua/wali murid dapat diakses mulai tanggal 1 Juli 2026.
d. Menginformasikan kepada guru atau tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi pelaksanaan Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid terkait tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/  dan kode unik untuk pelaksanaan tes. 

2. Pengarahan Pengisian

a. Kepala sekolah memberikan penjelasan kepada orang tua/wali terkait pelaksanaan Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid pada pertemuan awal orang tua/wali murid.
b. Menginformasikan tautan, kode unik, dan panduan singkat pengisian instrumen

c. Orang tua/wali murid bersama murid mengisi instrumen dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Jika orang tua/wali murid tidak hadir saat sosialisasi orang tua, sekolah menginformasikan kepada orang tua/wali murid untuk mengisi  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid sebelum pelaksanaan MPLS dimulai.
d. Kepala sekolah mengimbau orang tua/wali murid untuk mengisi  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid secara mandiri dan jujur agar hasil identifikasi dapat menggambarkan kondisi murid secara optimal.
e. Menginformasikan kepada orang tua/wali murid untuk membuka laman tes pada tautan  https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/
f. Mengarahkan orang tua/wali murid untuk memilih tombol menu “Kerjakan Tes”.
g. Murid memasukkan kode unik seperti MPLS-XYZ67 dan menekan tombol “Lanjutkan” untuk ke menu selanjutnya.
h. Pada laman berikutnya, arahkan orang tua/wali murid untuk memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada kotak yang tersedia. Jika belum memiliki NISN, silakan masukkan angka “1234567890”.
i. Jika tombol “Kerjakan Tes” tidak menampilkan formulir tes, silakan coba memilih tombol “Alternatif 1 Kerjakan Tes” atau “Alternatif 2 Kerjakan Tes”.
j. Memastikan semua perangkat yang digunakan orang tua/wali murid telah menampilkan Google Form pada peramban/browser sebelum mulai lanjut ke tahap pengisian instrumen.

Pengisian Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

Pada saat pengisian instrumen  Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah berikut:

  1. Menjelaskan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal (Maksimal 5 menit):
    • Instrumen terdiri dari 17 butir pernyataan.
    • Durasi waktu maksimal pengerjaan adalah 10 menit.
    • Tidak boleh ada pernyataan yang dikosongkan.
    • Ditekankan bahwa identifikasi ini bukan untuk menilai atau mendiagnosis, melainkan untuk melakukan deteksi awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta terhadap teman dan keluarga. 
    • Orang tua/wali murid diingatkan untuk menjawab dengan jujur sesuai dengan kondisi murid.
  2. Mengawasi jalannya pengisian instrumen. Petugas diharapkan dapat membantu orang tua/wali murid jika mengalami kesulitan selama pengerjaan instrumen.
  3. Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan, terutama ketika mendekati batas waktu pengisian.
  4. Pada bagian akhir formulir terdapat pertanyaan terkait dengan tinggi dan berat badan murid. Jika data tersedia, silakan diisi sesuai dengan kondisi murid. Jika data tidak tersedia, dapat dipilih jawaban “tidak tahu”.
  5. Memastikan orang tua/wali murid telah selesai mengisi semua butir pernyataan dan menekan tombol “Submit”.
  6. Menyediakan daftar hadir untuk diisi orang tua/wali murid sebagai bukti murid telah mengikuti tes.

Pengunduhan Laporan Hasil

  1. Laporan hanya bisa diakses oleh kepala dan/atau operator sekolah melalui laman karakter.data.kemendikdasmen.go.id mulai tanggal 31 Juli 2026. 
  2. Hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid hanya boleh diberikan kepada guru BK. Penyampaian hasil kepada orang tua/wali murid, khususnya bagi murid yang memerlukan pendampingan profesional, hanya boleh dilakukan oleh guru BK. Jika tidak tersedia guru BK di sekolah, tugas ini dapat dilakukan oleh wakil kepala sekolah kesiswaan atau wali kelas.

Tindak Lanjut Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

  1. Apabila terdapat murid yang memerlukan perhatian lanjutan, sekolah melalui guru BK/guru wali dapat berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk mendiskusikan pendampingan lebih lanjut di sekolah dan di rumah. Selain itu, jika diperlukan, orang tua/wali murid dapat memastikan kondisi murid ke layanan profesional yang tersedia (dokter, psikolog, atau psikiater).
  2. Sekolah dan orang tua/wali murid dapat memadukan hasil identifikasi ini dengan hasil CKG 2026, DCM, dan/atau AUM untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.

HAL YANG PERLU DIHINDARI GURU

  1. Memberi pelabelan kepada murid berdasarkan hasil identifikasi yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan murid.
  2. Menjadikan hasil instrumen sebagai kesimpulan akhir tentang kondisi murid. Hasil ini hanya merupakan gambaran awal yang perlu diperkaya dengan observasi, pendampingan, komunikasi dengan orang tua/wali murid, serta penilaian lain yang relevan.
  3. Menggunakan hasil instrumen untuk mendiagnosis murid. Sekolah tidak boleh menyimpulkan bahwa murid mengalami kondisi psikologis tertentu karena diagnosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang berwenang.
  4. Mengumumkan atau membahas hasil individu murid di depan kelas, ketika upacara, atau bentuk pertemuan lainnya.
  5. Membandingkan hasil antarmurid, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap murid memiliki kondisi yang berbeda.
  6. Menyebarkan hasil kepada pihak yang tidak berkepentingan, termasuk melalui grup komunikasi, forum kelas, media sosial, atau dokumen yang dapat diakses secara terbuka.
  7. Mengarahkan jawaban orang tua/wali murid saat pengisian instrumen.
Logo Kemendikdasmen-new25
logo cb
ramah putih

Konsultasi dan Pengaduan

Pusat Panggilan ULT Kemendikdasmen: 177;
Kanal pengaduan LAPOR Kemendikdasmen: https://kemendikdasmen.lapor.go.id/

Kontak Narahubung: 

wpChatIcon
wpChatIcon