MPLS Ramah - Mega Menu Premium

INSTRUMEN MPLS UNTUK MURID JENJANG SMP, SMA/K

Pada laman ini, siswa akan mengisi beberapa instrumen yang dirancang untuk membantu sekolah memperoleh gambaran awal mengenai karakteristik, minat, potensi, serta kebutuhan peserta didik. Informasi yang dihimpun menjadi dasar bagi sekolah dalam menyiapkan layanan dan pendampingan yang lebih tepat, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada murid.

ALUR PELAKSANAAN TES

Aktivitas yang dilaksanakan:

  1. Pendaftaran CKG
  2. Asesmen Kebugaran
    • Identifikasi Massa Tubuh
    • Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas
  3. Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional Dan Konsentrasi Belajar
  4. Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi
  5. Identifikasi Bakat dan Minat
  6. Deteksi Dini
  7. Skrining Murid Berkebutuhan khusus (kondisional)

Sosialisasi

Pelaksanaan MPLS

Pasca MPLS

Kepala sekolah/operator mengakses https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id untuk mendapatkan kode tes untuk orang tua/wali.

Pada saat sosialisasi, orang tua/wali bersama murid mengisi beberapa instrumen:

  1. Pendaftaran CKG
  2. Deteksi Dini – Instrumen Data Murid

*khusus murid SMA/SMK diarahkan untuk mendaftar CKG secara mandiri

 

Guru melakukan identifikasi massa tubuh dengan mengukur berat badan dan tinggi badan murid

Hari kedua

 

Pada saat pelaksanaan MPLS hari kedua murid melaksanakan Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas.

 

Hasil asesmen kebugaran diunggah ke dalam sistem oleh guru.

Hari ketiga

 

Murid melaksanakan rangkaian tes:

  1. Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional Dan Konsentrasi Belajar
  2. Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi
  3. Identifikasi Bakat dan Minat

Pasca MPLS murid mengisi:

  1. Survei Pengenalan Karakteristik dan Kebutuhan Perkembangan Murid
  2. Evaluasi Pelaksanaan MPLS

Pasca MPLS kepala sekolah mengisi evaluasi pelaksanaan MPLS

 

Guru melaksanakan Skrining Murid Berkebutuhan Khusus (kondisional) Lihat rujukan aktivitas untuk informasi lengkap

 

IDENTIFIKASI AWAL KONDISI SOSIAL-EMOSIONAL DAN KONSENTRASI BELAJAR MURID, ASESMEN LITERASI, ASESEN NUMERASI, DAN IDENTIFIKASI BAKAT DAN MINAT

DEFINISI

  1. Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosioanl dan Konsentrasi Belajar Murid:
    • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid adalah instrumen berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali mengenali lebih awal sikap murid di rumah, sekolah, serta komunikasi murid dengan teman dan keluarga. Sasaran kegiatan adalah murid jenjang SMP.
    • Tujuan identifikasi ini adalah untuk membantu sekolah dan orang tua/wali melakukan deteksi awal sikap anak di rumah, sekolah, dengan teman dan keluarga. Hasil dari identifikasi awal memberikan gambaran apabila terdapat masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, maupun profesional. 
    • Instrumen ini  bukan alat untuk mendiagnosis kondisi spesifik apapun, tidak digunakan untuk memberi label, atau untuk menilai baik-buruk murid. Instrumen ini hanya untuk memberikan informasi awal terkait adanya masalah-masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, maupun profesional.
    • Luaran kegiatan ini adalah tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid.
  2. Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi:
    • Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS Literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk belajar sepanjang hayat, memahami informasi, mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan sehari-hari, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dengan sasaran jenjang SMP.
    • Dalam kegiatan MPLS, pengukuran literasi membaca dan numerasi dilakukan untuk memperoleh kemampuan murid dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Selain itu, kemampuan ini juga digunakan untuk memahami dan mengolah bacaan, menafsirkan informasi, serta menggunakan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks yang relevan.  Hasil asesmen ini digunakan sebagai bahan awal bagi sekolah untuk merancang pembelajaran, memberikan penguatan, dan melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.
    • Luaran kegiatan ini adalah tabel hasil asesmen dan saran aktivitas Pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi.
  3. Identifikasi Bakat dan Minat:
    • Identifikasi bakat dan minat adalah proses untuk mengenali kecenderungan potensi/kemampuan serta ketertarikan murid dalam berbagai bidang atau aktivitas. Melalui kegiatan ini, sekolah memperoleh gambaran awal mengenai bidang-bidang yang cenderung menjadi potensi/kemampuan serta serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam merancang layanan pembinaan, pendampingan, serta pengembangan diri yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik murid.
    • Kegiatan ini menjadi dasar awal bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pengembangan diri murid secara lebih tepat. Hasil identifikasi ini tidak digunakan untuk memberi label, membatasi pilihan murid, atau menentukan masa depan murid secara mutlak.
    • Luaran kegiatan ini adalah tabel  hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat.

DURASI KEGIATAN

Kegiatan Durasi
Persiapan teknis
10 menit
Penjelasan Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid
5 menit
Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid
10 menit
Penjelasan Asesmen Literasi Numerasi
5 menit
Asesmen Literasi Membaca
30 menit
Asesmen Literasi Numerasi
30 menit
Penjelasan Identifikasi Bakat dan Minat dan Input Data, TB, BB, dan Fleksibilitas
5 menit
Identifikasi Bakat dan Minat dan Input Data, TB, BB, dan Fleksibilitas
20 menit

Total Durasi

115 menit

JADWAL PELAKSANAAN TES

  1. Sekolah yang melaksanakan MPLS sebelum 13 Juli dapat melaksanakan rangkaian tes setelah MPLS, yaitu pada rentang tanggal 13–24 Juli.
  2. Sekolah yang melaksanakan MPLS setelah 24 Juli dapat memajukan pelaksanaan rangkaian tes agar tetap berada pada rentang tanggal 13–24 Juli.
  3. Sekolah yang sudah menjadwalkan MPLS pada tanggal 13–24 Juli dapat tetap melaksanakan rangkaian tes pada hari ketiga MPLS.

CATATAN PENTING

Umum

  1. Guru hanya membantu aspek teknis, misalnya membuka tautan, memastikan jaringan berjalan, atau menjelaskan cara pengisian. Guru tidak boleh mengarahkan jawaban.
  2. Laporan tes tidak boleh diumumkan di kelas, dibagikan di grup, atau diperlihatkan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

  1. Instrumen Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid digunakan hanya untuk deteksi awal, bukan untuk menentukan diagnosis.
  2. Hasil identifikasi dengan skor ≥15 menunjukkan bahwa murid kemungkinan memerlukan perhatian dan pendampingan lebih lanjut, tetapi tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan tertentu. Untuk memperoleh pemahaman kondisi murid secara lebih komprehensif, orang tua/wali disarankan melakukan konsultasi atau pemeriksaan lanjutan dengan tenaga profesional yang berwenang. 
  3. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh profesional, seperti psikolog, psikiater, dokter, atau tenaga kesehatan terkait.
  4. Murid perlu menjawab seluruh pernyataan. Tidak boleh ada butir pernyataan yang kosong.
  5. Instrumen wajib dikerjakan maksimal selama 10 menit.
  6. Untuk murid penyandang disabilitas, pengisian dapat didampingi oleh orang tua/wali atau guru pendamping. Pendamping membantu akses dan pemahaman instruksi, bukan mengarahkan jawaban. 
  7. Tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid bersifat rahasia dan hanya boleh diberikan kepada orang tua/wali murid yang bersangkutan dan pihak sekolah yang bertanggung jawab untuk tindak lanjut, yaitu wali kelas, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan guru BK.
  8. Hasil identifikasi dapat dipadukan dengan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile, serta dapat dilengkapi dengan Daftar Cek Masalah (DCM) atau Alat Ungkap Masalah (AUM) untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.

Identifikasi Bakat dan Minat

  1. Hasil Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS tidak berupa skor, angka atau peringkat murid. Oleh karena itu, hasil tidak boleh digunakan untuk menyimpulkan kompetensi literasi murid secara utuh.
  2. Hasil asesmen digunakan sebagai bahan bagi guru untuk menyiapkan pembelajaran, memetakan kebutuhan belajar, serta merancang penguatan literasi dan numerasi.
  3. Murid perlu mengerjakan asesmen secara jujur, mandiri, serius, dan sesuai dengan kemampuan sebenarnya. 
  4. Sekolah tidak diperbolehkan untuk memberikan latihan khusus, membocorkan soal, memberikan kunci jawaban, atau mengarahkan murid untuk memperoleh hasil tertentu.
  5. Sekolah tidak diperbolehkan menjadikan hasil asesmen sebagai ajang kompetisi antar murid, kelas, atau sekolah.
  6. Guru perlu memastikan asesmen berlangsung tertib, mandiri, dan tidak menimbulkan tekanan bagi murid. 
  7. Asesmen literasi membaca dilaksanakan maksimal selama 30 menit dan asesmen numerasi dilaksanakan selama 30 menit. Murid tidak diperkenankan untuk menggunakan waktu asesmen lainnya untuk menjawab soal Asesmen Literasi dan Numerasi.
  8. Untuk pendidikan khusus atau murid penyandang disabilitas, sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan asesmen ini dengan kondisi murid. Pendampingan dapat diberikan untuk membantu akses, membaca instruksi, atau mengatasi kendala teknis, tetapi tidak boleh membantu menjawab soal. Murid dengan hambatan intelektual tidak disarankan mengikuti asesmen ini.
  9. Tabel hasil asesmen dan saran aktivitas pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi bersifat pribadi dan perlu digunakan secara bijak. Hasil tidak boleh diumumkan di kelas atau dibandingkan antar murid.

Identifikasi Bakat dan Minat

  1. Instrumen ini berfungsi sebagai identifikasi awal. Orang tua/wali dan sekolah dapat memperkaya hasil identifikasi ini melalui tes psikologi terstandar, observasi langsung, penilaian unjuk kerja, penelaahan portofolio akademik dan nonakademik, serta wawancara dengan anak agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
  2. Hasil identifikasi menunjukkan kecenderungan dominan apabila skor pada bidang tertentu relatif tinggi. 
  3. Skor rendah tidak boleh dimaknai sebagai kelemahan atau ketidakmampuan murid. Skor tersebut lebih tepat dipahami sebagai area yang belum tampak dominan dan masih perlu distimulasi.   
  4. Seluruh bakat dan minat murid dapat berkembang apabila diberikan pengalaman, latihan, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung.
  5. Hasil identifikasi digunakan untuk membantu sekolah menyusun layanan pengembangan murid, seperti rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan prestasi, pendampingan belajar, atau kegiatan pengembangan diri lainnya.
  6. Untuk murid penyandang disabilitas, pengisian instrumen dapat didampingi oleh orang tua/wali, guru pendamping, atau tenaga pendamping lain. Pendamping membantu memahami instruksi dan proses pengisian, bukan mengarahkan jawaban.
  7. Tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat bersifat pribadi dan perlu digunakan secara bijak. Hasil tidak boleh diumumkan di kelas atau dibandingkan antarmurid.

Alat dan Bahan

  1. Kepala sekolah atau operator yang mempunyai akses masuk/login ke https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/ menggunakan SSO Pengelola Data Pusdatin.
  2. Komputer, laptop, atau gawai yang dapat digunakan oleh murid dengan jaringan listrik dan jaringan internet yang memadai. Perangkat yang diprioritaskan untuk digunakan adalah komputer atau laptop. Gawai boleh digunakan dengan pengawasan jika komputer atau laptop tidak tersedia.
  3. Ruangan yang terang, tenang, tertib, dan nyaman.
  4. Daftar hadir murid.
  5. Meja dan kursi sesuai jumlah peserta murid baru.
  6. Jika perangkat tidak tersedia sebanyak jumlah peserta, alternatifnya adalah sebagai berikut.
  7. kegiatan dapat dilaksanakan dengan menggunakan gawai dengan pengawasan untuk setiap ruangan (penggunaan komputer diprioritaskan untuk murid yang tidak memiliki gawai).
  8. Jika kondisi dan ketersediaan perangkat belum memadai, sementara sekolah tetap ingin memperoleh hasil tes seluruh murid baru, sekolah dapat menjadwalkan kembali pelaksanaan rangkaian tes pada waktu lain yang lebih memungkinkan dengan tetap memperhatikan kesiapan sekolah, murid, dan perangkat pendukung. 

Catatan: pelaksanaan tes susulan dapat dilakukan pada 13 s.d. 24 Juli 2026 dan kegiatan tes harus dilakukan sebagai  aktivitas pertama di pagi hari.

Alur Kegiatan

Untuk mendapatkan kode akses instrumen, kepala sekolah dan/atau operator sekolah mempersiapkan hal-hal berikut.

    1. Operator membuka laman Tes dan Survei MPLS Ramah tahun 2026 pada tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/
    2. Operator masuk menggunakan menggunakan akun SSO Pengelola Data Pusdatin, memasukkan email dan password, kemudian klik tombol Login. Setelah itu, operator memasukkan OTP dari aplikasi Authenticator seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator.
    3. Operator mencatat kode tes untuk diberikan kepada murid. Kode tes untuk jenjang SMP dapat diakses mulai tanggal 13 Juli 2026.
    4. Operator menginformasikan kepada kepada guru atau tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi pelaksanaan rangkaian tes terkait tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/  dan kode tes.
1. Persiapan dan Pengarahan Awal (15 menit)

Sebelum memulai tes, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah-langkah, seperti
a. memastikan seluruh murid baru sudah berada di ruangan/area yang telah ditentukan;
b. memastikan perangkat yang digunakan murid sudah siap, baik komputer, laptop, maupun gawai pribadi dengan pengawasan sekolah;
c. memastikan jaringan internet dapat digunakan dengan baik;
d. menjelaskan tujuan tes secara singkat kepada murid;
e. memberikan data di bawah ini kepada murid
f. kode tes untuk mengakses instrumen;
g. tinggi dan berat badan 1 bulan terakhir (jika ada); serta 
h. hasil tes fleksibilitas (hasil terbaik murid) jika sekolah melaksanakan tes fleksibilitas pada hari kedua.
i. menginformasikan kepada murid untuk membuka laman tes pada tautan  https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/; serta
j. mengarahkan murid untuk memilih tombol menu Kerjakan Tes.

Selanjutnya, guru dapat mengarahkan murid untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. 

  1. Murid memasukkan kode tes seperti MPLS-XYZ67 dan menekan tombol Lanjutkan untuk ke menu selanjutnya.
  2. Pada laman berikutnya, arahkan murid untuk memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pada kotak yang tersedia. Jika murid belum memiliki NISN, silakan masukkan angka 1234567890.
  3. Laman dengan notifikasi NISN yang kamu masukkan VALID akan terbuka. 
  4. Pastikan nama sudah sesuai. Tekan tombol Kerjakan Tes dan peramban/browser akan mengarah ke laman Google Form. 
  5. Jika nama yang muncul bukan nama murid baru yang bersangkutan, silakan masukkan ulang NISN dengan menekan tombol “Masukkan NISN”. Jika nama yang muncul tetap tidak sesuai, silakan masukkan angka “1234567890”.
  6. Jika terbuka laman dengan notifikasi “NISN yang kamu masukkan tidak VALID” murid dapat menekan “Masukkan NISN” untuk mencoba kembali memasukkan NISN yang sesuai. Jika tetap tidak valid silakan langsung memilih tombol “Kerjakan Tes”.
  7. Jika tombol “Kerjakan Tes” tidak menampilkan formulir tes, silakan coba memilih tombol “Alternatif 1 Kerjakan Tes” atau “Alternatif 2 Kerjakan Tes”.
  8. Memastikan semua perangkat yang digunakan murid telah menampilkan Google Form pada peramban/browser sebelum mulai lanjut ke tahap pengisian instrumen.
2. Pengisian Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

Pada saat pengisian instrumen Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah berikut.
a. Menjelaskan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal (maksimal 5 menit).

  • Instrumen terdiri dari 17 butir pernyataan.
  • Durasi waktu maksimal pengerjaan adalah 10 menit.
  • Murid tidak diperbolehkan bekerja sama atau menggunakan bantuan dari luar.
  • Tidak boleh ada pernyataan yang dikosongkan.
  • Jika semua murid sudah menyelesaikan section sebelum 10 menit, guru dapat langsung memberikan penjelasan untuk Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi.
  • Menekankan bahwa identifikasi ini bukan untuk menilai atau mendiagnosis, melainkan untuk- melakukan deteksi awal bagaimana anak bersikap di rumah, sekolah, dengan teman dan keluarga. 
  • Mengingatkan murid agar menjawab dengan jujur sesuai dengan kondisi dirinya.

b. Mengawasi jalannya tes untuk memastikan ketertiban dan kemandirian murid dalam mengerjakan instrumen. Petugas diharapkan dapat membantu murid jika mengalami kesulitan selama pengerjaan instrumen.
c. Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan, terutama ketika mendekati batas waktu pengisian.
d. Memastikan murid telah selesai mengisi semua butir pernyataan.
e. Memastikan semua murid sudah selesai mengisi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid dan menekan tombol “Selanjutnya/Next” untuk mengerjakan tes selanjutnya.

3. Pengisian Asesmen Literasi dan Numerasi untuk MPLS (60 menit)

Pada saat pelaksanaan asesmen literasi membaca, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah berikut.
a. Memastikan murid sudah selesai mengisi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid dan telah berpindah section ke asesmen literasi membaca.
b. Memberikan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal. 

  • Jumlah soal 24 butir terdiri dari 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi.
  • Durasi waktu pengerjaan adalah 30 menit untuk asesmen literasi dan 30 menit untuk asesmen numerasi. 
  • Formulir tidak mengunci semua jawaban harus terisi. Jika ada jawaban jawaban kosong, murid dianggap tidak mengetahui jawabannya. 
  • Murid tidak diperbolehkan bekerja sama, menggunakan alat bantu, mencari jawaban di internet, atau meminta bantuan orang lain.
  • Soal asesmen literasi dan numerasi tidak wajib dikerjakan secara berurutan sehingga murid dapat mengerjakan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu. 
  • Menekankan bahwa asesmen ini bukan penilaian melainkan digunakan untuk membantu guru memahami kebutuhan belajar murid.
  • Mengingatkan murid untuk membaca soal dengan teliti dan menjawab sesuai dengan kemampuan masing-masing.

c. Mengawasi pelaksanaan asesmen agar murid mengerjakan secara tertib dan mandiri. Guru juga dapat membantu apabila terdapat kendala teknis. 
d.   Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan.
e.  Setelah 30 menit, petugas menginformasikan kepada semua murid jika waktu pengerjaan asesmen literasi membaca sudah selesai. Guru mengarahkan murid untuk melanjutkan pengerjaan asesmen numerasi dengan menekan tombol Selanjutnya/Next.
f.  Guru berkeliling untuk memastikan semua murid sudah berpindah ke section asesmen numerasi. 
g.  Lakukan langkah yang sama untuk sesi asesmen numerasi. Setelah 30 menit, petugas memastikan semua murid sudah selesai mengisi asesmen numerasi dan menekan tombol Selanjutnya/Next untuk mengerjakan tes selanjutnya.

4. Pengisian Identifikasi Bakat dan Minat (20 menit)

Pada saat pengisian instrumen, guru melakukan langkah berikut.
a. Memastikan murid sudah selesai mengisi asesmen numerasi dan telah berpindah section ke Identifikasi Bakat dan Minat. 
b. Menjelaskan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal.

  • Instrumen terdiri atas 32 butir pertanyaan terkait bakat dan 32 butir pertanyaan terkait minat.
  • Durasi maksimal pengerjaan kedua paket soal adalah 20 menit.
  • Tidak boleh ada pernyataan yang tidak dijawab/dikosongkan.
  • Menekankan bahwa kegiatan ini bukan untuk penilaian dan tidak memiliki jawaban benar atau salah.
  • Mengingatkan murid agar menjawab sesuai dengan kondisi, minat, kebiasaan, dan pengalaman dirinya sendiri.
  • Pada bagian akhir formulir, terdapat pertanyaan terkait tinggi badan, berat badan, dan hasil tes fleksibilitas. Jika data tersedia, silakan diisi sesuai dengan kondisi murid. Jika data tidak tersedia, murid dapat memilih jawaban tidak tahu

c. Mengawasi jalannya identifikasi untuk memastikan ketertiban dan kemandirian murid dalam mengerjakan instrumen. Guru diharapkan dapat membantu murid jika mereka mengalami kesulitan selama pengerjaan instrumen.
d.  Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan.
e. Setelah waktu pengerjaan selesai, petugas memastikan seluruh murid telah menjawab dan menekan tombol Submit.
f.  Menyediakan daftar hadir untuk diisi oleh murid sebagai bukti murid telah mengikuti rangkaian kegiatan tes.

5. Pengunduhan Laporan Hasil

a. Laporan hasil akan tersedia dalam bentuk

  • Laporan setiap murid
  • Laporan setiap sekolah

b.  Laporan hasil, tersedia mulai dari tanggal 31 Juli 2026.
c. Laporan hanya bisa diakses oleh kepala dan/atau operator sekolah melalui laman karakter.data.kemendikdasmen.go.id. 
d.  Laporan murid dapat diunduh dalam 2 set.

  1. Set 1 berisi
    • tabel hasil tes dan saran aktivitas pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS;
    • tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat;
    • Identifikasi Massa Tubuh; dan
    • tabel hasil tes fleksibilitas.
  2. Set 2 yang bersifat rahasia diunduh terpisah berisi
    • tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid.

e. Berkas semua murid di Set 1 dapat diberikan kepada guru BK, guru kelas masing-masing, dan guru lain yang terkait. 
f.   Berkas semua murid di Set 2 hanya boleh diberikan kepada guru BK. Hanya guru BK yang diperbolehkan menyampaikan kepada orang tua bagi murid yang membutuhkan pendampingan profesional. Jika tidak tersedia guru BK di sekolah, tugas ini dapat dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan atau Guru Wali yang sudah mendapatkan pelatihan.

Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid

  1. Apabila terdapat murid yang memerlukan perhatian lanjutan, sekolah melalui guru BK dapat berkomunikasi dengan orang tua/wali untuk mendiskusikan pendampingan lebih lanjut di sekolah dan di rumah. Selain itu, orang tua dapat memastikan kondisi murid ke layanan profesional yang tersedia (dokter, psikolog, psikiater) jika diperlukan.
  2. Sekolah dan orang tua/wali dapat memadukan hasil identifikasi ini dengan hasil CKG 2026, DCM, dan/atau AUM untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.

Tindak Lanjut Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi

  1. Sekolah dapat menggunakan hasil asesmen untuk memetakan kemampuan awal literasi membaca dan numerasi murid.
  2. Hasil asesmen juga dapat digunakan untuk merancang penguatan pembelajaran, menyusun strategi diferensiasi pembelajaran, menentukan kebutuhan pendampingan belajar, dan merancang program pembiasaan literasi dan numerasi di sekolah.
  3. Apabila ditemukan murid yang membutuhkan penguatan lebih lanjut, guru dapat melakukan pendampingan melalui kegiatan pembelajaran, bimbingan belajar, pengayaan, remedial, atau strategi lain yang sesuai.

Tindak Lanjut Identifikasi Bakat dan Minat

  1. Hasil identifikasi bakat dan minat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemetaan minat murid, rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan prestasi, pendampingan belajar, pengembangan diri, dan komunikasi dengan orang tua/wali.
  2. Apabila ditemukan murid dengan potensi bakat dan minat tertentu yang kuat, sekolah dapat memberikan kesempatan pengembangan melalui kegiatan yang sesuai.
  3. Apabila terdapat bidang yang belum tampak dominan, sekolah dapat memberikan stimulasi melalui pengalaman belajar yang lebih beragam.
  4. Hasil identifikasi dapat didiskusikan secara terbatas dengan wali kelas, guru BK, pembina ekstrakurikuler, atau orang tua/wali sesuai kebutuhan.
  5. Hasil identifikasi tidak boleh diumumkan secara terbuka, dibandingkan antarmurid atau digunakan untuk membatasi kesempatan murid mengikuti kegiatan tertentu.
  6. Sekolah dapat menindaklanjuti hasil identifikasi dengan observasi lanjutan, wawancara singkat, penelaahan portofolio, atau kegiatan praktik sesuai bidang minat dan potensi murid.

HAL YANG PERLU DIHINDARI GURU

  1. Memberi pelabelan kepada murid berdasarkan hasil tes yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan murid.
  2. Menjadikan hasil instrumen sebagai kesimpulan akhir tentang kondisi, kemampuan, bakat, minat, atau potensi murid. Hasil ini hanya merupakan gambaran awal yang perlu diperkaya dengan observasi, pendampingan, komunikasi dengan orang tua, serta penilaian lain yang relevan.
  3. Menggunakan hasil instrumen untuk mendiagnosis murid terutama pada Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid. Sekolah tidak boleh menyimpulkan bahwa murid mengalami gangguan mental tertentu karena diagnosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang berwenang.
  4. Mengumumkan atau membahas hasil individu murid di depan kelas, upacara, atau bentuk pertemuan lainnya, baik hasil Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid, asesmen literasi dan numerasi, maupun identifikasi minat dan bakat.
  5. Membandingkan hasil antar murid, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap murid memiliki kondisi, kemampuan, minat, dan tahap perkembangan yang berbeda.
  6. Menyebarkan hasil kepada pihak yang tidak berkepentingan, termasuk melalui grup komunikasi, forum kelas, media sosial, atau dokumen yang dapat diakses secara terbuka.
  7. Memberikan tekanan kepada murid agar memperoleh hasil tertentu.
  8. Mengarahkan jawaban murid saat pengisian instrumen.

Asesmen Kebugaran

Asesmen Kebugaran Jasmani merupakan instrumen deteksi dini yang bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kebugaran dan kesehatan fisik peserta didik melalui pengukuran Identifikasi Massa Tubuh (IMT), cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas. Hasil asesmen digunakan sebagai data awal bagi sekolah untuk mengenali kondisi fisik murid, mendukung perencanaan layanan kesehatan dan pembinaan kebugaran, serta membantu mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Cek Kesehatan Gratis

Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk memastikan murid tercatat sebagai peserta pemeriksaan kesehatan melalui pengisian data dan kuesioner kesehatan awal pada aplikasi SATUSEHAT Mobile. Melalui pendaftaran ini, sekolah dapat memantau keterlibatan orang tua/wali murid, mengidentifikasi jumlah murid yang telah didaftarkan, serta mengingatkan orang tua/wali yang belum melengkapi data.

Evaluasi Pelaksanaan

Evaluasi pelaksanaan MPLS Ramah merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan orientasi berjalan sesuai tujuanmemperoleh gambaran sejauh mana penyelenggaraan MPLS Ramah telah membantu murid baru dalam menggali dan mengenali potensi diri, mengenal warga sekolah, memahami kurikulum, serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Evaluasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Logo Kemendikdasmen-new25
logo cb
ramah putih

Konsultasi dan Pengaduan

Pusat Panggilan ULT Kemendikdasmen: 177;
Kanal pengaduan LAPOR Kemendikdasmen: https://kemendikdasmen.lapor.go.id/

Kontak Narahubung: 

TK: Utari Palupi (082125186980)

SD: Eva Aulia (0895809246518), Kadek Jeny (085161694648)

SMP: Nahri Meilani (085353220507)

SMA: Anditya Pratama (087776813688) 

SMK: Aaron Sanger (081212575745)

SLB:  Aris Setiadji (085710042816)

wpChatIcon
wpChatIcon