Penguatan Karakter

Di Puncak HAN 2026, Mendikdasmen Berbagi Kisah Perjalanan dari Anak Desa hingga Menjadi Menteri

Sesi kelas inspiratif yang menjadi bagian dari rangkaian Puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur (29/7), menghadirkan kisah salah satu narasumber yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Di hadapan ratusan anak, ia membagikan kisah perjalanan hidupnya dari seorang anak desa di Kudus, Jawa Tengah hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih. Dari kisah tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak anak-anak Indonesia untuk berani, bermimpi, tekun belajar serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Di Puncak HAN 2026, Mendikdasmen Berbagi Kisah Perjalanan dari Anak Desa hingga Menjadi Menteri Read More »

SMAN 2 Sidoarjo Perkuat Fokus Belajar Murid Melalui Implementasi SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026

Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 29 Juli 2026 – Dalam rangka mewujudkan satuan pendidikan sebagai ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar yang kondusif, bertanggung jawab, dan meminimalkan distraksi dalam proses pembelajaran.

SMAN 2 Sidoarjo Perkuat Fokus Belajar Murid Melalui Implementasi SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 Read More »

Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, SMPN 3 Sidoarjo Batasi Penggunaan Gawai Murid

SMP Negeri 3 Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu satuan pendidikan yang proaktif mengimplementasikan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Melalui kebijakan yang mengedepankan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), sekolah ini berupaya memastikan gawai digunakan secara proporsional sebagai perangkat literasi digital tanpa mengganggu konsentrasi belajar murid.

Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, SMPN 3 Sidoarjo Batasi Penggunaan Gawai Murid Read More »

Mengembalikan Makna Ruang Belajar : Praktik Baik Pembatasan Gawai di SMAN 5 Bogor

Di era digital yang bergerak tanpa henti, gawai seolah-olah telah menjadi perpanjangan tangan dari diri kita sendiri. Layar bercahaya ini menemani ke mana pun kita pergi, tak terkecuali bagi para pelajar di lingkungan sekolah. Namun, di balik kemudahan akses informasi yang ditawarkannya, penggunaan gawai yang tanpa batas mulai menggerus esensi interaksi nyata di ruang-ruang kelas. Menjawab kegelisahan ini, SMAN 5 Bogor hadir sebagai salah satu teladan nyata dalam mengimplementasikan kebijakan pembatasan gawai secara humanis, terarah, dan penuh makna.

Mengembalikan Makna Ruang Belajar : Praktik Baik Pembatasan Gawai di SMAN 5 Bogor Read More »

Melalui SE Pembatasan Gawai, Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah

Yogyakarta, 27 Juli 2026 – Tak ada lagi pemandangan murid yang sibuk menatap layar saat bel istirahat berbunyi. Sebagai gantinya, mereka berkumpul dengan teman, bermain bola, atau membaca buku. Itulah keseharian di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta setelah sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai.

Melalui SE Pembatasan Gawai, Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Read More »

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 26 Juli 2026 – Menghadapi maraknya fenomena perundungan siber (cyberbullying) di era digital, Kemendikdasmen resmi memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Upaya tersebut diperkuat melalui kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari ikhtiar membangun budaya yang aman dan nyaman bagi murid. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/7).

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak Read More »

Inovasi Sembagi, Implementasi 7 Kebiasaan AnakIndonesia Hebat diSleman

Sembada Berbagai yang disingkat Sembagi, itulah rahasia Sleman. Ini merupakan ruang kolaborasi digital sebagai wadah berbagi yang menjadi fondasi lahirnya budaya baru Inovasi ini lahir dari komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman untuk memastikan karakter murid berkembang seiring kemampuan akademiknya.   Dua pekan setelah Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Inovasi Sembagi, Implementasi 7 Kebiasaan AnakIndonesia Hebat diSleman Read More »

Ketika Harmoni Digital dan Kearifan Lokal Membentuk Kebiasaan Siswa Hebat di Denpasar

Di tengah keriuhan, Putu Dhira, siswa kelas VI, menekan layar gawai kecilnya, memeriksa aktivitas harian yang tercatat di aplikasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat versi digital.   “Sekarang saya lebih semangat bangun pagi. Kalau lupa olahraga, aplikasi langsung kasih pengingat. Saya senang kalau semua kebiasaan saya lengkap dan dapat bintang dari guru dan orang tua,”

Ketika Harmoni Digital dan Kearifan Lokal Membentuk Kebiasaan Siswa Hebat di Denpasar Read More »

Membangun Karakter Hebat di SMP Negeri 1 Lempobatu Satap

Sekolah ini tumbuh menjadi ruang harapan bagi masyarakat sekitar, menghadirkan pembaruan pendidikan melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Bagi SMP Negeri 1 Lempobatu Satap, karakter tidak dibentuk fasilitas nan mewah. Sebaliknya kesungguhan kolektif untuk membimbing murid menjadi pribadi yang cerdas, beriman, dan penuh kepedulian, itulah yang jauh lebih

Membangun Karakter Hebat di SMP Negeri 1 Lempobatu Satap Read More »

Tumbuhnya Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus melalui 7 Kebiasaan

Perubahan paling kentara terlihat pada Dzikri. Ia memiliki gangguan pemusatan perhatian yang sempat membuat rutinitas pagi terasa berat. Setelah guru dan orang tuanya menerapkan rangkaian kebiasaan bangun pagi, doa, dan kemandirian bina diri, Dzikri berkembang cepat. Ia mulai menyiapkan seragam tanpa disuruh dan bahkan membangunkan ibunya jika jam bangun terlewat. Di sekolah, ia mengikuti kegiatan

Tumbuhnya Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus melalui 7 Kebiasaan Read More »

wpChatIcon
wpChatIcon